Tuhan Memaklumi
Monday, March 13th, 2006Dengan inderanya yang serba terbatas
Manusia sejak dulu mencoba tuk memaknai hidup
Dia memilah-milah waktu penuh interval dan jeda
Dia mengelompokkan impian dalam ruang
Dia bahkan menatap langit,
wujud jati diri yang penuh cita
Tapi siapa bilang rumusan itu semua benar
Itu hanya kelakar manusia tuk tunjukkan
bahwa ia mampu membaca dunia
Dia tak tau apa-apa
Kesepakatan yang dibuat tak ubahnya lelucon
Kadang dipantati, kadang diacungi jempol
Siapa yang tahu…
Tuhan pasti tersenyum menyaksikan semua
Memang manusia bukan si pintar yang tau segala
Tapi Tuhan juga bukan penjahat atau juga bukan penjudi
Dia tak pernah main-main dengan ciptaan-Nya
Manusia dengan air mata yang dipunya menangis
Dengan suara yang ada kadang juga ia tertawa
Tapi sadarkah…
Dengan ukuran apa ia memaknai hidup
Bukan sia-sia mungkin, sekalipun kita
Sampai matipun tidak tau artinya hidup
Tuhan itu pengasih
Dia pasti memaklumi kita…
Sista
2 Mei 2003