Tuhan Memaklumi

Dengan inderanya yang serba terbatas

Manusia sejak dulu mencoba tuk memaknai hidup

Dia memilah-milah waktu penuh interval dan jeda

Dia mengelompokkan impian dalam ruang

Dia bahkan menatap langit,

wujud jati diri yang penuh cita

Tapi siapa bilang rumusan itu semua benar

Itu hanya kelakar manusia tuk tunjukkan

bahwa ia mampu membaca dunia

Dia tak tau apa-apa

Kesepakatan yang dibuat tak ubahnya lelucon

Kadang dipantati, kadang diacungi jempol

Siapa yang tahu…

Tuhan pasti tersenyum menyaksikan semua

Memang manusia bukan si pintar yang tau segala

Tapi Tuhan juga bukan penjahat atau juga bukan penjudi

Dia tak pernah main-main dengan ciptaan-Nya

Manusia dengan air mata yang dipunya menangis

Dengan suara yang ada kadang juga ia tertawa

Tapi sadarkah…

Dengan ukuran apa ia memaknai hidup

Bukan sia-sia mungkin, sekalipun kita

Sampai matipun tidak tau artinya hidup

Tuhan itu pengasih

Dia pasti memaklumi kita…

Sista

2 Mei 2003

Leave a Reply